Minggu, 02 Februari 2014

Menentukan kadar kafein dalam teh



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Teh adalah minuman yang dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Teh memiliki kandungan kafein didalamnya. Kafein memiliki efek positif dan negatif. Efek positifnya adalah dapat bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh. Akan tetapi, jika kandungan kafein dalam teh terlalu banyak, kafein dapat bertindak sebagai racun dalam tubuh. Sebab itu, kadar kafein perlu diketahui dengan pasti di dalam teh. Penentuan kadar kafein ini dapat menggunakan cara ekstraksi.
Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat dari campurannya dengan membagi sebuah zat terlarut diantara dua pelarut. Hal ini dilakukan untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut lain.
 Ekstraksi merupakan proses pemisahan yang paling sederhana dan ekonomis.Aplikasi ekstraksi dalam bidang industri adalah penentuan kadar kafein dalam produksi teh kering. Selain itu, dalam pembuatan ester untuk essence pada sirup dan penentuan kadar kafein dalam produksi kopi. Oleh karena itu, ekstraksi adalah proses yang sangat penting dalam dunia industri.

1.2.Tujuan
Menentukan Kadar Kafein dalam sampel teh.











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teh
Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.Istilah "teh" juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip, camomile, krisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal. Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh. Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia. Konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,8 kilogram per kapita per tahun masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia, walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor lima di dunia. (Wikipedia bahasa Indonesia 2011)
Tanaman teh berasal dari negara China, dapat tumbuh didaerah tropis dan subtropics, seperti india, srilanka, Kenya, Argentina, Turki, dan masuk ke Indonesia pada tahun 1960 (Leung 1980).
Teh merupakan bahan minuman yang secara universal dikonsumsi dibanyak negara serta diberbagai lapisan masyarakat.Teh memiliki beberapa jenis, diantaranya Teh hijau, teh putih, teh hitam, dan teh oolong (Tuminah 2004).
Teh dibuat dalam berbagai kemasan diantaranya :
1.    Teh celup
 Teh dikemas dalam kantong kecil yang biasanya dibuat dari kertas dengan tali. Teh celup sangat populer karena praktis untuk membuat teh, tapi pencinta teh kelas berat biasanya tidak menyukai rasa teh celup.
2.    Teh saring
 Teh dikemas dalam kantong kecil yang biasanya dibuat dari kertas tanpa tali. Teh saring sangat populer karena praktis untuk membuat teh dalam quantity banyak dan menghasilkan lebih pekat dibandingkan teh celup.
3.    Teh seduh (daun teh)
    Teh dikemas dalam kaleng atau dibungkus dengan pembungkus dari plastik atau kertas. Takaran teh dapat diatur sesuai dengan selera dan sering dianggap tidak praktis. Saringan teh dipakai agar teh yang mengambang tidak ikut terminum. Selain itu, teh juga bisa dimasukkan dalam kantong teh sebelum diseduh. Mangkuk teh bertutup asal Tiongkok yang disebut gaiwan dapat digunakan untuk menyaring daun teh sewaktu menuang teh ke mangkuk teh yang lain.
4.    Teh yang dipres
    Teh dipres agar padat untuk keperluan penyimpanan dan pematangan. Teh pu erh dijual dalam bentuk padat dan diambil sedikit demi sedikit sewaktu mau diminum. Teh yang sudah dipres mempunyai masa simpan yang lebih lama dibandingkan daun teh biasa.
5.    Teh stik
    Teh dikemas di dalam stik dari lembaran aluminium tipis yang mempunyai lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai saringan teh.
6.    Teh instan
    Teh berbentuk bubuk yang tinggal dilarutkan dalam air panas atau air dingin. Pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an tapi tidak diproduksi hingga akhir tahun 1950-an. Teh instan ada yang mempunyai rasa vanila, madu, buah-buahan atau dicampur susu bubuk.(Wikipedia bahasa Indonesia 2011)
2.2 Kafein
Kafein adalah kristal putih alkaloida xantina yang pahit, yang merupakan obat stimulan psychoactive. Alkaloid adalah senyawa organik mirip alkali yang mengandung atom nitrogen yang bersifat basa dalam cincin heterosiklik. Kafein ditemukan di dalam berbagai macam jenis kacang-kacangan, dedaunan, dan buah dari berbagai tanaman. Kafein juga bertindak sebagai suatu pestisida alami yang mengusir dan membunuh serangga-serangga tertentu yang hidup di tanaman tersebut. Kafein paling sering dikonsumsi oleh manusia dari ekstraksi biji buah kopi dan daun teh, seperti juga berbagai makanan dan minuman yang berbahan dasar buah kola. Pada manusia, kafein adalah suatu stimulan sistem saraf pusat (CNS, Central Nervous System), mempunyai pengaruh temporer untuk menghindari terhadap kantuk dan juga memulihkan keadaan siaga.

Hidangan-hidangan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman tanpa alkohol, dan minuman berenergi, mendapat ketenaran yang luas. Kafein mempunyai efek diuretik, setidaknya ketika diberikan dalam dosis tertentu kepada subjek yang tidak mempunyai toleransi padanya. Para pemakai reguler, bagaimanapun, telah mengembangkan suatu toleransi yang kuat pada efek ini dan studi secara umum tidak dapat membuktikan dugaan umum bahwa mengkonsumsi hidangan yang mengandung kafein berkontribusi secara signifikan terhadap dehidrasi. sehingga kadar kafein pada suatu minuman perlu dilakukan.
2.3 Ekstraksi
Ekstraksi adalah suatu produk pemisahan suatu zat dari campuran nya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Seringkali campuran bahan padat dan cair tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan. Misalnya, komponen bercampur sangat erat, peka terhadap panas, beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil atau tersedia dalam konsentrasi yang telalu rendah. Dalam hal semacam itu, seringkali ekstraksi adalah satu-satunya proses yang dapat digunakan atau yang paling ekonomis. Sebagai contoh pembuatan ester untuk essence pada sirup, pengambilan kafein dari daun teh dan pelarutaan komponen-komponen kopi dengan menggunakan air panas. Saat ekstraksi, larutan ekstrak yang tercemar harus dibersihkan. Suatu pelarut yang digunakan sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar, sehingga kebutuhan pelarut lebih sedikit.





BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan tempat
Praktikum tentang penentuan kandungan kafein dalam sampel dengan cara titrasi iodium   ini dilakukan di Laboratorium Politeknik Tanah Laut pada hari Jumat, 18 Nopember 2011 pada pukul 08.00 – 10.00 WITA.
3.2. Alat dan Bahan
·         Alat
1.    Gelas beker
2.    Erlenmeyer
3.    Labu takar
4.    Gelas arloji
5.    Neraca analitik
6.    Batang pengaduk
7.    Hotplate
8.    Boret
9.    Corong kaca
10.  Kertas saring

·         Bahan
1.    Natrium thiosulfat
2.    Kalium dikromat
3.    HCl pekat
4.    Kl
5.    Larutan iodium
6.    Alkohol
7.    H2SO4
8.    Akuades


3.3. Prosedur kerja
§  Timbang 2,5 gr  teh kering.
§  Masukan dalam gelas beker 250 ml.
§  Tambahkan air 100 ml dan didihkan selama 30 menit kemudian saring.
§  Filtrat diuapkan hingga volume nyasekitar 20 ml.
§  Dinginkan dan masukkan dalam labu takar 100 ml.
§  Tambahkan 25 ml alkohol.
§  Kocok labu selama 10 menit.
§  Tambahkan 5 ml H2SO4 10% serta 20 ml larutan iodium 0,1 N.
§  Encerkan dengan akuades hingga tanda batas.
§  Pipet 20 ml larutan dan masukkan dalam Erlenmeyer.
§  Tambahkan 3 tetes larutan amilum.
§  Titrasi dengan natrium thiosulfate hingga warna biru hilang.
§  Untuk sampel cair, masukkan 100 ml sampel ke dalam gelas beker 250 ml.
§  Uapkan hingga volumenya menjadi 20 ml.
§  Dinginkan dan masukkan dalam labu takar 100 ml.
§  Tambahkan 25 ml alcohol.
§  Kocok labu selama 10 menit.
§  Tambahkan 20 ml H2SO4 10% serta 20 ml larutan iodium 0,1 N.
§  Encerkan hingga tanda batas.
§  Pipet 20 ml larutan dan masukkan dalam Erlenmeyer.
§  Tambahkan 3 tetes larutan kanji.
§  Titrasi dengan natrium thiosulfate hingga warna biru hilang.







 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
1.    Percobaan 1 : Teh Kotak : 10ml titrasi = dari coklat kehitaman warna coklat
2.    Percobaan 2 : The Kotak  : 7 ml titrasi =dari coklat kehitaman warna coklat muda
3.    Percobaan 3 : Teh Kering : hampir 20ml titrasi = warna tetap coklat kehitaman

·         Percobaan 1
·         Kadar Kafein =
·         Kadar Kafein =
·         Kadar Kafein = 0,0485 %

·         Percobaan 2
·         Kadar Kafein = =
·         Kadar Kafein =
·         Kadar Kafein = 0,063 %

·         Percobaan 3
·         Kadar Kafein = =
·         Kadar Kafein =
·         Kadar Kafein = 0,194 %
4.2. Pembahasan
Pada praktikum kali ini didapat kan hasil kadar kafein di teh cair 0,0485% dan 0,063 % sedangkan di teh kering sebesar 0,194% , kadar yang lebih tinggi dari pada tehcair. Pada saat titrasi larutan tidak dapat berubah menjadi warna biru seperti yang diinginkan dikarenakan kadar air yang terkandung dalam cairan teh terlalu tinggi  sehingga hasil yang didapat kurang akurat.
Crude kafein yang didapat dari percobaan ini dibawah 1% . Kadar ini lebih kecil dari kadar kafein dalam teh secara teoritis yaitu 2%-5%. Hal ini dikarenakan teh yang digunakan untuk uji coba bukanlah teh murni tetapi telah dicampur dengan zat-zat lain oleh produsen dan kemungkinan adanya kafein yang tidak terlarut sempurna khususnya .



















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
1.    Ekstraksi adalah mengambil suatu zat terlarut dari dalam larutan air oleh suatu pelarut yang tak dapat campur dengan air sehingga dapat dipisahkan.
2.    Kadar kafein dari daun teh dibawah 1%.
5.2. Saran
·         Pada saat proses praktikum berlangsung hendaklah cara kerja praktikum tersebut dipahami dengan baik agar praktikum tersebut berjalan dengan baik dan tidak ada kekeliruan yang berdampak kesalahan pada hasil





2 komentar:

  1. maaf bisa tolong jelaskan cara perhitungan nya?

    BalasHapus
  2. Maaf, bisa diberitahu sumbernya darimana? Dan siapa penyusunnya?

    BalasHapus