LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI HORTIKULTURA
PEMBUATAN SELAI DARI PRODUK HOLTIKULTURA
(BUNGA ASOKA)
Disusun Oleh :
Syarifah Habibah Soraya Assegaf
Pembimbing :
Dwi Sandri, S.Si,.MP
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
POLITEKNIK TANAH LAUT
PELAIHARI
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Bunga Asoka
merupakan salah satu pohon suci di India. Bisa ditemukan di seluruh wilayah
India. Bunga ini juga bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia. Bunganya
memiliki bermacam-macam warna diantaranya merah, oranye, dan kuning. Banyak
disukai sebagai tanaman hias karena daunnya bisa dibentuk dan bunganya indah.
Rasanya yang asam manis dan warnanya yang menarik sangat cocok untuk dijadikan
selai
Selain itu manfaat bunga
Asoka yang ditumbuk dan dicampur dengan air berguna untuk mengobati disentri
hemoragik (Diare yang mengeluarkan darah). Jadi selai bunga asoka ini akan
menjadi alternative makanan yang nikmat dan berkhasiat untuk mengobati
penyakit.
1.2 Tujuan
Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah untuk mempelajari cara-carapembuatan selai
dari produk hortikultura.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Selai
Selai atau selei (bahasa Inggris: jam, bahasa Perancis: confiture)
adalah salah satu jenis makanan awetan berupa sari buah atau buah-buahan yang
sudah yang sudah dihancurkan, ditambah gula dan dimasak hingga kental atau
berbentuk setengah padat. Selai tidak dimakan begitu saja, melainkan untuk dioleskan
di atas roti tawar atau sebagai isi roti manis. Selai juga sering digunakan
sebagai isi pada kue-kue seperti kue Nastar atau pemanis pada minuman, seperti
yogurt dan es krim.
Selai yang di dalamnya masih ditemukan potongan buah dalam berbagai
ukuran disebut preserve atau conserves, sedangkan selai yang dibuat dari sari
buah dan kulit buah genus Citrus disebut marmalade.
Pektin yang dikandung buah-buahan atau sari buah bereaksi dengan gula
dan asam membuat selai menjadi kental. Buah-buahan dengan kadar pektin atau
keasaman yang rendah perlu ditambahkan pektin atau asam agar selai bisa menjadi
kental.
Di Indonesia, sebagian besar selai dibuat dari buah-buahan tropis
seperti: nanas, lobi-lobi, srikaya, jambu biji, pala, dan ceremai. Selai kacang
adalah sebutan bahasa Indonesia untuk peanut butter yang dibuat dari kacang
tanah yang sudah dihaluskan dicampur mentega atau margarin.
Buah-buahan yang dijadikan selai biasanya buah yang sudah masak, tapi
tidak terlalu matang dan mempunyai rasa sedikit masam. Buah-buahan yang umum
dijadikan selai, misalnya: stroberi, blueberi, aprikot, apel, anggur, pir, dan
fig. Selain itu, selai bisa dibuat dari sayur-sayuran seperti wortel dan
seledri, maupun bunga-bungaan, seperti bunga sepatu dan bunga rosella.
2.2 Bunga Asoka
Asoka (Saraca asoca (Roxb.) Wilde, termasuk dalam family (suku)
polong-polongan atau Fabaceae). Tapi hati-hati karena namannya mirip, sering
dikacaukan dengan tanaman lain yaitu: soka (Ixora javanica). Asoka adalah
sebuah pohon dengan bunga-bunga merah kekuningan yang sangat indah. Bunga
Asoka merupakan salah satu pohon suci di India. Bisa ditemukan di seluruh
wilayah India. Bunga ini juga bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia. Bunganya
memiliki bermacam-macam warna diantaranya merah, oranye, dan kuning. Banyak
disukai sebagai tanaman hias karena daunnya bisa dibentuk dan bunganya indah.
Dokumen
sejarah menyatakan bahwa Asoka mengandung hematoksilin. Hasil analisis terbaru
menunjukkan bahwa kulit kayu kering Asoka yang dihaluskan mengandung cukup
banyak tanin dan zat organik yang mengandung besi. Asoka tidak mengandung sifat
alkaloid aktif maupun minyak atsiri. Kulit kayunya mengandung sejumlah tanin
dan catachin. Bunga Asoka yang ditumbuk dan dicampur dengan air berguna
untuk mengobati disentri hemoragik.(Anonim,2011)
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum mata kuliah Hortikultura tentang pembuatan Selai Bunga Asoka
dilaksanakan pada pukul 14.00-16.00 tanggal 22 Maret 2012. Bertempat di Laboratorium Teknologi
Industri Pertanian Politeknik Tanah laut.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah gelas beaker, blender,
pengaduk,timbangan dan hotplate. Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum
ini adalah Bunga asoka Merah, air, tepung meizena, jeruk nipis, gula dan garam.
3.3 Prosedur Kerja
1. Disiapkan bunga Asoka sebanyak 25 gr.
2. Dibersihkan dengan air
3. Di blender hingga halus
4. Ditambahkan 10gr tepung maizena
5. Direbus hingga mendidih sambil diaduk
6. Tambahkan gula sebanyak 10 gr
7. Tambahkan 1/4 jeruk nipis
8. Tambahkan garam sepucuk sendok teh(kecil)
9. Biarkan direbus hingga mengental.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel 1. Hasil Uji Organoleptik selai Bunga
Sepatu
No
|
Tes Organoleptik
|
Penilaian/Skor
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1.
|
Aroma
|
2
|
13
|
8
|
1
|
2.
|
Rasa
|
9
|
12
|
3
|
-
|
3.
|
Warna
|
14
|
10
|
-
|
-
|
4.
|
Kekentalan
|
8
|
12
|
3
|
1
|
Tabel 2. Hasil Uji Organoleptik selai Bunga Asoka
No
|
Tes Organoleptik
|
Penilaian/Skor
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1.
|
Aroma
|
5
|
10
|
7
|
2
|
2.
|
Rasa
|
-
|
8
|
14
|
2
|
3.
|
Warna
|
-
|
8
|
12
|
3
|
4.
|
Kekentalan
|
2
|
12
|
8
|
2
|
Tabel 3. Hasil Uji Organoleptik selai Bunga Bogenvile
No
|
Tes Organoleptik
|
Penilaian/Skor
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1.
|
Aroma
|
-
|
2
|
15
|
6
|
2.
|
Rasa
|
-
|
3
|
9
|
12
|
3.
|
Warna
|
-
|
8
|
13
|
3
|
4.
|
Kekentalan
|
-
|
3
|
13
|
8
|
4.2 Pembahasan
Gambar
1. Bunga Asoka Merah
Dalam praktikum pembuatan
selai ini, bunga asoka merah diambil bagian bunganya yang mekar, dilepas dari
bonggolannya (dipipil), agar pemotongan dan pencacahan sempurna.Setelah
dilepaskan dari bonggolnya, bunga asoka dibelender, dan ditambahkan sedikit air
agar cepat halus, namun penambahan air ini diusahakan dengan volume seminim
mungkin, untuk memudahkan saat penguapan pada proses pemanasan, sehingga
bentuknya akan cepat mengental. Pembuatan selai ini juga menggunakan tepung
meizena yang memiliki Fungsi untuk membentuk struktur selai menjadi lebih
kental.
Bunga Asoka memiliki rasa
yang asam manis, saat praktikum dilakukan penambahan air perasan jeruk nipis
yang banyak, sehingga rasanya menjadi sedikit kecut.Terbukti dengan penilaian
dari 13 panelis yang memberikan skor 3 pada rasa bunga asoka ini, sebagian dari
mereka, mengatakan selai asoka ini berasa asam.
Pada selai bunga asoka
yang dihasilkan masih ada tekstur-tekstur bunga yang sengaja tidak kami
haluskan, agar menambah sensasi bagi penikmat selai. Aroma bunga asoka yang
khas juga menambah keunikan dari selai ini,
dari hasil uji organoleptic terbukti bahwa 10 panelis menyatakan
aromanya baik.
Warna selai asoka yang
kami buat berwarna kecoklatan, ini disebabkan karena saat praktikum, selai
terlalu matang dan merusak pigmen warna yang seharusnya berwarna merah.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
·
Selai adalah salah satu jenis makanan awetan
berupa sari buah atau buah-buahan yang sudah yang sudah dihancurkan.
·
Bunga Asoka Merah bisa menjadi alternative
selai dengan rasa asam manis
·
Selai bunga asoka memiliki manfaat mengobati disentri
hemoragik
5.2 Saran
1.
Pembuatan
selai dari bunga asoka ini masih harus dikaji ulang mengenai
kandungan-kandungan dari selai itu sendiri, apakah masih memiliki manfaat sama
dengan bunganya.
2.
Laporan
praktikum dibuat bentuk file, untuk menghemat penggunaan kertas
DAFTAR PUSTAKA
·
Panduan
Praktikum Teknologi hasil Hortikultura.
Trimakasih kak resepnya.. 😊
BalasHapus