Rabu, 28 Maret 2012

Pembuatan Selai bunga Asoka


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI HORTIKULTURA
PEMBUATAN SELAI DARI PRODUK HOLTIKULTURA
(BUNGA ASOKA)



 



Disusun Oleh :
Syarifah Habibah Soraya Assegaf

Pembimbing :
Dwi Sandri, S.Si,.MP




PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
POLITEKNIK TANAH LAUT
PELAIHARI
2012


 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bunga Asoka merupakan salah satu pohon suci di India. Bisa ditemukan di seluruh wilayah India. Bunga ini juga bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia. Bunganya memiliki bermacam-macam warna diantaranya merah, oranye, dan kuning. Banyak disukai sebagai tanaman hias karena daunnya bisa dibentuk dan bunganya indah. Rasanya yang asam manis dan warnanya yang menarik sangat cocok untuk dijadikan selai
Selain itu manfaat bunga Asoka yang ditumbuk dan dicampur dengan air berguna untuk mengobati disentri hemoragik (Diare yang mengeluarkan darah). Jadi selai bunga asoka ini akan menjadi alternative makanan yang nikmat dan berkhasiat untuk mengobati penyakit.

1.2  Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah untuk mempelajari cara-carapembuatan selai dari produk hortikultura.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Selai
Selai atau selei (bahasa Inggris: jam, bahasa Perancis: confiture) adalah salah satu jenis makanan awetan berupa sari buah atau buah-buahan yang sudah yang sudah dihancurkan, ditambah gula dan dimasak hingga kental atau berbentuk setengah padat. Selai tidak dimakan begitu saja, melainkan untuk dioleskan di atas roti tawar atau sebagai isi roti manis. Selai juga sering digunakan sebagai isi pada kue-kue seperti kue Nastar atau pemanis pada minuman, seperti yogurt dan es krim.
Selai yang di dalamnya masih ditemukan potongan buah dalam berbagai ukuran disebut preserve atau conserves, sedangkan selai yang dibuat dari sari buah dan kulit buah genus Citrus disebut marmalade.
Pektin yang dikandung buah-buahan atau sari buah bereaksi dengan gula dan asam membuat selai menjadi kental. Buah-buahan dengan kadar pektin atau keasaman yang rendah perlu ditambahkan pektin atau asam agar selai bisa menjadi kental.
Di Indonesia, sebagian besar selai dibuat dari buah-buahan tropis seperti: nanas, lobi-lobi, srikaya, jambu biji, pala, dan ceremai. Selai kacang adalah sebutan bahasa Indonesia untuk peanut butter yang dibuat dari kacang tanah yang sudah dihaluskan dicampur mentega atau margarin.
Buah-buahan yang dijadikan selai biasanya buah yang sudah masak, tapi tidak terlalu matang dan mempunyai rasa sedikit masam. Buah-buahan yang umum dijadikan selai, misalnya: stroberi, blueberi, aprikot, apel, anggur, pir, dan fig. Selain itu, selai bisa dibuat dari sayur-sayuran seperti wortel dan seledri, maupun bunga-bungaan, seperti bunga sepatu dan bunga rosella.
2.2 Bunga Asoka
Asoka (Saraca asoca (Roxb.) Wilde, termasuk dalam family (suku) polong-polongan atau Fabaceae). Tapi hati-hati karena namannya mirip, sering dikacaukan dengan tanaman lain yaitu: soka (Ixora javanica). Asoka adalah sebuah pohon dengan bunga-bunga merah kekuningan yang sangat indah. Bunga Asoka merupakan salah satu pohon suci di India. Bisa ditemukan di seluruh wilayah India. Bunga ini juga bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia. Bunganya memiliki bermacam-macam warna diantaranya merah, oranye, dan kuning. Banyak disukai sebagai tanaman hias karena daunnya bisa dibentuk dan bunganya indah. Dokumen sejarah menyatakan bahwa Asoka mengandung hematoksilin. Hasil analisis terbaru menunjukkan bahwa kulit kayu kering Asoka yang dihaluskan mengandung cukup banyak tanin dan zat organik yang mengandung besi. Asoka tidak mengandung sifat alkaloid aktif maupun minyak atsiri. Kulit kayunya mengandung sejumlah tanin dan catachin. Bunga Asoka yang ditumbuk dan dicampur dengan air berguna untuk mengobati disentri hemoragik.(Anonim,2011)


BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1  Waktu dan Tempat
Praktikum mata kuliah Hortikultura tentang pembuatan Selai Bunga Asoka dilaksanakan pada pukul 14.00-16.00 tanggal 22 Maret 2012. Bertempat di Laboratorium Teknologi Industri Pertanian Politeknik Tanah laut.
3.2  Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah gelas beaker, blender, pengaduk,timbangan dan hotplate. Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah Bunga asoka Merah, air, tepung meizena, jeruk nipis, gula dan garam.
3.3  Prosedur Kerja
1.    Disiapkan bunga Asoka sebanyak 25 gr.
2.    Dibersihkan dengan air
3.    Di blender hingga halus
4.    Ditambahkan 10gr tepung maizena
5.    Direbus hingga mendidih sambil diaduk
6.    Tambahkan gula sebanyak 10 gr
7.    Tambahkan 1/4 jeruk nipis
8.    Tambahkan garam sepucuk sendok teh(kecil)
9.    Biarkan direbus hingga mengental.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
Tabel 1. Hasil Uji Organoleptik selai Bunga Sepatu
No
Tes Organoleptik
Penilaian/Skor


1
2
3
4
1.     
Aroma
2
13
8
1
2.     
Rasa
9
12
3
-
3.     
Warna
14
10
-
-
4.     
Kekentalan
8
12
3
1

Tabel 2. Hasil Uji Organoleptik selai Bunga Asoka
No
Tes Organoleptik
Penilaian/Skor


1
2
3
4
1.     
Aroma
5
10
7
2
2.     
Rasa
-
8
14
2
3.     
Warna
-
8
12
3
4.     
Kekentalan
2
12
8
2

Tabel 3. Hasil Uji Organoleptik selai Bunga Bogenvile
No
Tes Organoleptik
Penilaian/Skor


1
2
3
4
1.     
Aroma
-
2
15
6
2.     
Rasa
-
3
9
12
3.     
Warna
-
8
13
3
4.     
Kekentalan
-
3
13
8

4.2  Pembahasan




 




 

Gambar 1. Bunga Asoka Merah
Dalam praktikum pembuatan selai ini, bunga asoka merah diambil bagian bunganya yang mekar, dilepas dari bonggolannya (dipipil), agar pemotongan dan pencacahan sempurna.Setelah dilepaskan dari bonggolnya, bunga asoka dibelender, dan ditambahkan sedikit air agar cepat halus, namun penambahan air ini diusahakan dengan volume seminim mungkin, untuk memudahkan saat penguapan pada proses pemanasan, sehingga bentuknya akan cepat mengental. Pembuatan selai ini juga menggunakan tepung meizena yang memiliki Fungsi untuk membentuk struktur selai menjadi lebih kental.
Bunga Asoka memiliki rasa yang asam manis, saat praktikum dilakukan penambahan air perasan jeruk nipis yang banyak, sehingga rasanya menjadi sedikit kecut.Terbukti dengan penilaian dari 13 panelis yang memberikan skor 3 pada rasa bunga asoka ini, sebagian dari mereka, mengatakan selai asoka ini berasa asam.
Pada selai bunga asoka yang dihasilkan masih ada tekstur-tekstur bunga yang sengaja tidak kami haluskan, agar menambah sensasi bagi penikmat selai. Aroma bunga asoka yang khas juga menambah keunikan dari selai ini,  dari hasil uji organoleptic terbukti bahwa 10 panelis menyatakan aromanya baik.
Warna selai asoka yang kami buat berwarna kecoklatan, ini disebabkan karena saat praktikum, selai terlalu matang dan merusak pigmen warna yang seharusnya berwarna merah.

 BAB V
PENUTUP
5.1   Kesimpulan
·         Selai adalah salah satu jenis makanan awetan berupa sari buah atau buah-buahan yang sudah yang sudah dihancurkan.
·         Bunga Asoka Merah bisa menjadi alternative selai dengan rasa asam manis
·         Selai bunga asoka memiliki manfaat mengobati disentri hemoragik
5.2  Saran
1.    Pembuatan selai dari bunga asoka ini masih harus dikaji ulang mengenai kandungan-kandungan dari selai itu sendiri, apakah masih memiliki manfaat sama dengan bunganya.
2.    Laporan praktikum dibuat bentuk file, untuk menghemat penggunaan kertas



DAFTAR PUSTAKA
·         Panduan Praktikum Teknologi hasil Hortikultura.

 


1 komentar: