Ini adalah hasil karya sendiri ^^ berhubung orang rumah jarang banget masak pakis, jadi penasaran sama rasa si daun pakis. kalo di oseng sudah biasa, kalo dibikin bakwan juga biasa. sekarang pengen bikin kejutan buat org rumah, si daun pakis di bikin kripik aja :D . kebetulan dapat tugas juga dari Dosen Hortikultura Politeknik Tanah Laut Bapak Dwi Sandry, so' ngajuin si kripik pakis aja jadi produknya :D . Nih ada sedikit laporan, dan cara pembuatannya, yuuk dilirik ^^
KRIPAK KRIUK
(KRIPIK PAKIS KRIUK)
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Menurut para ahli, 10%
dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga di dunia ada di Indonesia. Artinya
kita memiliki kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan
tumbuhan tak berbunga dan jamur, maka jumlahnya akan berlipat-lipat. Dari
keseluruhan jenis tumbuhan itu ada yang beracun, ada yang bisa dimakan, dan ada
yang disarankan untuk tidak dimakan. Salah satunya adalah tanaman pakis.
Pakis yang bisa dikonsumsi
ini bukan sembarang pakis seperti yg di tanam di taman. Pakis ini biasa disebut
pakis hutan, dan berhabitat di pinggiran sungai, hutan, tebing yang lembab,
atau di pegunungan. Pakis maupun olahan dari pakis sendiri sekarang ini jarang
ditemukan. Kita bisa menemukan pakis di pasar-pasar tradisonal dengan harga
Rp1.000,- sampai Rp3.000,- an per ikatnya. Pakis hutan ini bisa diolah menjadi
berbagai olahan makanan, salah satunya adalah kripik pakis.
Daun pakis dipercaya
berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Hal itu dikarenakan kandungan vitamin C-nya
cukup tinggi, yaitu 30 mg per 100 g. Fungsi vitamin C banyak berkaitan dengan
pembentukan kolagen. Vitamin C diperlukan untuk hidroksilasi prolin dan lisin
menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin, yang merupakan bahan penting dalam
pembentukan kolagen.
1.2 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
1.
Membuat
olahan alternative dari produk Hortikultura yaitu sayur pakis.
2.
Meningkatkan
Kelas dan Nilai jual Sayur pakis.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Deskripsi
Sayur Pakis
Tumbuhan paku
(paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta) merupakan satu divisi tumbuhan
yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus), tetapi tidak menghasilkan
biji untuk reproduksinya. Karena itu, perkembang biakannya dilakukan
menggunakan spora. Jenis tumbuhan ini tersebar di seluruh dunia, kecuali di
daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Paku-pakuan sebagian besar
tumbuh di daerah tropika yang basah yang lembab. Total spesies paku-pakuan yang
telah diketahui berjumlah sekitar 10.000, 3.000 di antaranya tumbuh di
Indonesia.
Paku sayur (Diplazium
esculentum) merupakan sejenis pakis yang biasa dimakan sebagai sayuran oleh
penduduk di Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik. Paku sayur ini biasanya tidak
dibudidayakan, melainkan tumbuh liar di tepi sungai, tebing-tebing yang lembab
dan teduh, atau di hutan dan pegunungan.
Daun paku atau pakis
merupakan daun majemuk. Daun pakis muda berwarna hijau tua, yang menunjukkan
tingginya kadar klorofil di dalamnya. Klorofil merupakan pigmen pemberi warna
hijau pada dedaunan. Ciri khas dari pakis sayur adalah bagian ujungnya tampak
menggulung, seperti gagang biota.
Gambar 1. Ujung Sayur Pakis
Bagian pakis yang dimakan
sebagai sayuran sesungguhnya adalah daun muda yang yang belum mekar secara
sempurna. Karena itu, untuk sayuran harus dipanen saat masih muda, supaya
berasa enak dan bertekstur lunak. Bila telat dipanen, daun pakis menjadi sangat
berserat, alot, dan tidak enak dimakan.
Ada beberapa jenis
tumbuhan paku atau pakis, namun tidak semuanya dapat dikonsumsi. Masing-masing
tanaman paku memiliki manfaat berbeda-beda, antara lain:
·
Dipelihara
sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku
sarang burung (Asplenium sp), suplir (Adiantum sp), dan paku rane (Selaginella
sp).
·
Penghasil
obat-obatan, misalnya Aspidium sp, Dryopteris filix mas, dan Lycopodium
clavatum.
·
Sebagai
sayuran, misalnya semanggi (Marsilea crenata) dan Pteridium aqualium.
·
Sebagai
bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
·
Sebagai
salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.
Secara
turun-temurun, petani sudah mengenal dengan baik jenis-jenis pakis yang dapat
dimakan, sehingga kecil kemungkinan terjadi keracunan akibat salah konsumsi.
Sayur pakis jarang ditemukan di supermarket, tetapi umumnya dijual di
pasar-pasar tradisional.
2.2 Gizi
dan Khasiat Sayur Pakis
Daun pakis dipercaya
berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Hal itu dikarenakan kandungan vitamin C-nya
cukup tinggi, yaitu 30 mg per 100 g. Fungsi vitamin C banyak berkaitan dengan
pembentukan kolagen. Vitamin C diperlukan untuk hidroksilasi prolin dan lisln
menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin, yang merupakan bahan penting dalam
pembentukan kolagen. Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi
integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan,
membran kapiler, dan kulit. Dengan demikian, vitamin C berperan besar dalam
penyembuhan luka.
Daun pakis yang berwarna
hijau gelap kaya akan betakaroten. Di dalam tubuh, betakaroten akan
dimetabolisme menjadi vitamin A. Kandungan betakaroten dalam daun pakis setara
dengan 432 RE vitamin A.
Betakaroten ini berperan
dalam mengatur proses metabolisme di beberapa jaringan tubuh. Selain itu,
betakaroten juga mengatur kerja gen-gen yang terlibat dalam sistem imunitas,
sehingga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai
penyakit, khususnya penyakit infeksi.
Daun pakis juga dipercaya
berkhasiat mencegah penyakit rematik. Hal itu dikarenakan adanya kandungan
kalsium dan fosfor yang cukup tinggi, yaitu masing-masing 42 mg dan 172 mg per
100 g daun pakis. Kalsium dan fosfor merupakan mineral makro yang diperlukan
untuk pertumbuhan, pembentukan, dan pemeliharaan kesehatan tulang.
2.3 Sayur
Pakis Mengandung Flavonoid
Daun
pakis mengandung beberapa komponen nongizi yang penting bagi kesehatan.
Komponen nongizi yang utama pada pakis adalah flavonoid dan polifenol. Flavonoid
adalah kelompok senyawa fenol yang mempunyai dua peran utama, yaitu sebagai
antioksidan dan antibakteri. Sebagai antioksidan, flavonoid dalam daun pakis
berperan untuk menetralkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan suatu
komponen yang berbahaya dan mengganggu metabolisme tubuh. Radikal bebas
biasanya berasal dari polusi atau bahan-bahan kimia.
Flavonoid
sebagai antioksidan dapat mencegah munculnya penyakit yang ditimbulkan oleh
radikal bebas. Contohnya, penuaan dini, kanker, dan berbagai penyakit
degeneratif lainnya.
Sebagai
antibakteri, flavonoid bergabung dengan protein ekstraseluler dan membentuk
senyawa kompleks. Senyawa kompleks tersebut mengganggu integritas membran sel
dan menghambat pertumbuhan sel-sel bakteri. Peran antibakteri tersebut dapat
digunakan sebagai pengawet pada berbagai bahan pangan dan nonpangan.
Komponen nongizi lain pada
daun pakis yang berperan sebagai antibakteri adalah palifenol. Polifenol dapat
bereaksi dengan protein, membentuk suatu kompleks fenol-protein yang dapat
mengganggu proses terbentuknya membran atau dinding sel bakteri.
2.4 Mengolah
Sayur Pakis
Masyarakat
Indonesia telah terbiasa memanfaatkan tumbuhan pakis atau paku sebagai bahan
sayuran. Beberapa ciri pakis atau paku yang dapat diolah menjadi sayuran
adalah: daun dan batang yang masih muda, batang yang gemuk, dan batang yang
mudah dipatahkan.
Daun
pakis biasanya diolah menjadi sayur bobor, gulai, orak-arik, tumis dan lalap.
Lalap pakis dibuat dengan cara merebusnya terlebih dahulu. Tidak dianjurkan
mengonsumsi daun pakis mentah sebagai lalapan karena mengandung asam sikimat
yang dapat mengganggu saluran pencernaan.
Ada
banyak variasi membuat gulai pakis, tergantung kepada asal daerahnya, seperti
Jawa, Tapanuli, Sumatera Barat, Pontianak, Jambi, dan lain-lain. Bahan utama
yang digunakan dalam pembuatan gulai pakis adalah pakis, santan kental, dan
bumbu. Bumbu terdiri atas cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunir, jahe,
lengkuas, dan garam.
Bahan
lain yang sering ditambahkan dalam pembuatan gulai pakis adalah: udang, belut,
teri, daging, dan biji petai. Ciri khas gulai pakis adalah rasanya yang
sepet-sepet asam pedas. Di Padang, gulai pakis biasanya dihidangkan bersama-sama
lontong atau ketupat.
Untuk
diolah menjadi sayur, konsumen disarankan memilih daun pakis yang masih segar
dan berwarna hijau cerah. Jika tidak langsung dimasak, daun pakis yang masih
segar dapat disimpan terlebih dahulu.
Mula-mula
daun pakis dicuci dengan air mengalir hingga bersih dari berbagai kotoran. Daun
kemudian ditiriskan dan dibungkus dengan kertas atau plastik, dan dimasukkan ke
dalam kulkas. Jika tidak ada kulkas, daun pakis dapat disimpan di tempat dingin
dan redup di dapur. Kesegaran daun pakis juga dapat dijaga dengan dibungkus
pelepah batang pisang.
Pengolahan
daun pakis harus dilakukan dengan cara yang benar agar vitamin dan mineral yang
terkandung di dalamnya tidak hilang atau rusak. Caranya Yaitu :
1.
Daun
pakis dicuci terlebih dahulu sebelum dipotong untuk membersihkan kotoran yang
melekat.
2.
Jangan
merendam daun pakis yang sudah dipotong-potong karena vitamin dan mineral mudah
larut dalam air.
3.
Jangan
merebus daun pakis terlalu lama karena vitamin A atau vitamin C mudah
teroksidasi pada saat pemanasan atau suhu tinggi.
Taksonomi Pakis sayur
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Diplazium
Spesies: Diplazium esculentum Swartz
BAB
III
METODELOGI
3.1 Alat
dan Bahan
Alat
yang digunakan dalam pembuatan kripik sayur pakis ini adalah kompor,
penggorengan, pisau, wadah, blender dan kemasan. Sedangkan bahan yang digunakan
adalah sayur pakis muda,tepung beras, telur, minyak goreng, bumbu kripik yang terdiri dari bawang putih,
garam, lada, ketumbar, kencur, kunyit,dan kemiri.
3.2 Prosedur
Kerja
A. Persiapan
bahan baku
1. DAUN SAYUR PAKIS MUDA & SEGAR
2. DICUCI BERSIH DAN DITIRISKAN
B. Persiapan
Bumbu Adonan
1. SEMUA BAHAN BUMBU DICUCI
2. KEMUDIAN DIHALUSKAN
C. Pembuatan
Kripik
1. CAMPURKAN TEPUNG BERAS, AIR, TELUR , DAN BUMBU GILING
2. MASUKKAN DAUN PAKIS KEDALAM ADONAN
3. GORENG HINGGA KECOKLATAN
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Table
1. Uji Organoleptik Kripik Sayur Pakis, Bentuk Daun Utuh
|
No Panelis
|
Aroma
|
Rasa
|
Warna
|
Tekstur
|
|
1
|
2
|
2
|
3
|
1
|
|
2
|
2
|
2
|
2
|
1
|
|
3
|
2
|
1
|
3
|
1
|
Table
2. Uji Organoleptik Kripik Sayur Pakis, Bentuk dipotong-potong
|
No Panelis
|
Aroma
|
Rasa
|
Warna
|
Tekstur
|
|
1
|
2
|
1
|
1
|
2
|
|
2
|
2
|
1
|
2
|
2
|
|
3
|
2
|
1
|
1
|
1
|
4.2 Pembahasan
“Kripak
Kriuk” adalah singkatan dari Kripik Pakis Kriuk (Renyah) nama yang dibuat
penulis untuk memberi label produk kripik ini. Kripik merupakan satu olahan
yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, banyak olahan kripik yang saat
ini ramai dipasarkan dan dikembangkan. Kripik sayur pakis bisa menjadi pilihan
alternative para pencinta kripik. Tumbuhan pakis yang melimpah di Pelaihari
menjadi alasan kenapa pakis dipilih menjadi bahan utama pembuatan kripik.
Selain harganya yang murah, Cuma Rp. 1.000/ ikat sayur pakis ini juga memiliki
banyak manfaat bagi kesehatan.
Daun pakis dipercaya
berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Hal itu dikarenakan kandungan vitamin C-nya
cukup tinggi, yaitu 30 mg per 100 g. Fungsi vitamin C banyak berkaitan dengan
pembentukan kolagen. Vitamin C diperlukan untuk hidroksilasi prolin dan lisln
menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin, yang merupakan bahan penting dalam
pembentukan kolagen. Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi
integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan,
membran kapiler, dan kulit. Dengan demikian, vitamin C berperan besar dalam
penyembuhan luka.
Daun pakis yang berwarna
hijau gelap kaya akan betakaroten. Di dalam tubuh, betakaroten akan
dimetabolisme menjadi vitamin A. Kandungan betakaroten dalam daun pakis setara
dengan 432 RE vitamin A. Betakaroten ini berperan dalam mengatur proses
metabolisme di beberapa jaringan tubuh. Selain itu, betakaroten juga mengatur
kerja gen-gen yang terlibat dalam sistem imunitas, sehingga dapat membantu
meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit, khususnya penyakit
infeksi.
Daun pakis juga dipercaya
berkhasiat mencegah penyakit rematik. Hal itu dikarenakan adanya kandungan
kalsium dan fosfor yang cukup tinggi, yaitu masing-masing 42 mg dan 172 mg per
100 g daun pakis. Kalsium dan fosfor merupakan mineral makro yang diperlukan
untuk pertumbuhan, pembentukan, dan pemeliharaan kesehatan tulang.
“Kripak Kriuk” ini dibuat
juga untuk meningkatkan kelas dan nilai jual sayur pakis yang selama ini
dianggap sebagai sayur murahan, padahal sayur pakis memiliki kandungan gizi
yang dibutuhkan oleh tubuh. “kripak kriuk” bisa dijadikan cemilan atau jajanan sehat
bagi anak-anak, terutama anak-anak yang susah makan sayur, dengan rasa yang
renyah dan gurih “Kripak Kriuk” ini pasti disukai oleh anak-anak.
Dari hasil organoleptik 3
orang panelis yang terdiri dari 1 orang dewasa (Panelis 1) dan anak-anak
(Panelis 1 & 2) mereka menyatakan menyukai dengan kripik sayur pakis ini.
Hasil bisa dilihat di Tabel 1 dan 2.
Perbedaan bentuk “Kripak
Kriuk” yaitu ada yang bentuk utuh daun sayur pakis, dan adapula yang
dipotong-potong, ini dibuat untuk menentukan hasil akhir dari kripik. Ternyata
kripik daun pakis yang dipotong-potong lebih bagus dan lebih menggugah selera
bentuknya dibandingkan bentuk utuh, namun dari kerenyahan kripik yang berbentuk
daun jauh lebih renyah dari kripik daun pakis sayur yang dipotong-potong. Ini
karena adonan yang tersangkut di daun lebih sedikit.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
·
“Kripak
Kriuk” bisa menjadi pilihan alternative bagi anak-anak untuk memakan sayur dan
pilihan bagi pencinta kripik.
·
“Kripak
Kriuk” dapat meningkatkan kelas dan nilai jual sayur Pakis
·
Sayur
Pakis banyak mengandung gizi yang baik bagi
manusia
5.2
Saran
·
Pada
makalah selanjutnya dapat dibuat kripik dari daun kelakai yang juga merupakan
keluarga pakis yang banyak tumbuh di Pelaihari
·
Pada
makalah selanjutnya dibuat variasi rasa
dari “Kripak Kriuk’ misalnya rasa pedas manis, rasa balado, dan lain-lain.





daftar pustakanya mana
BalasHapus