PERCOBAAN
VII
PEMBUATAN
ES KRIM
I.
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini
adalah untuk mengetahui cara pembuatan es krim dan pengaruh penambahan CMC
dalam es krim.
II.
Dasar Teori
2.1 Pengertian
Es krim
merupakan makanan yang sangat digemari di seluruh dunia, biasanya es krim
terbuat dari susu sapi, tetapi bisa juga
dapat dibuat dari santan atau margarin. Menurut Standar Nasional
Indonesia, es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara
pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula,
dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Bahan-bahan yang
digunakan dalam pembuatan es krim adalah lemak susu, padatan susu tanpa lemak,
gula pasir, bahan penstabil, pengemulsi, dan pencipta rasa. Es krim marupakan
makanan yang bergizi tinggi. Selain air dan lemak, molekul-molekul yang mencakup protein, karbohidrat, mineral,
enzim-enzim, gas, serta vitamin A. C dan D
juga terkandug di dalamnya.( Anonim, 2009)
2.2 Struktur
dan Kandungan Es Krim
Es krim
tidak lain berupa busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan
dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila
dilihat dengan mikroskop akan tampak ada empat komponen penyusun, yaitu padatan
globula lemak susu, udara (yang ukurannya tidak lebih besar dari 0,1 mm),
kristal-kristal kecil es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein
susu.Berbagai standar produk makanan di dunia membolehkan penggelembungan
campuran es krim dengan udara sampai volumenya menjadi dua kalinya (disebut
dengan maksimum 100 persen overrun). Es krim dengan kandungan udara lebih
banyak akan terasa lebih cair dan lebih hangat sehingga tidak enak dimakan. Bila
kandungan lemak susu terlalu rendah, akan membuat es lebih besar dan teksturnya
lebih kasar serta terasa lebih dingin. Emulsifier dan stabilisator dapat
menutupi sifat-sifat buruk yang diakibatkan kurangnya lemak susu dan dapat
memberi rasa lengket.(Anonim, 2009)
2.3 Bahan-
bahan Pembuatan
a. Lemak Susu
Lemak
susu merupakan bahan utama pembuatan es krim. Lemak susu mampu memberikan
flavor yang kaya, namun tidak memberikan efek penurunan titik beku karena tidak
larut serta cenderung memperlambat laju pembusaan. Peningkatan kadar lemak
dapat mencegah pembentukan kristal es yang besar selama proses pembekuan es
krim.
b. Susu Skim
Padatan
susu tanpa lemak (susu skim) memiliki komponen utama laktosa, protein, dan
mineral. Laktosa memberikan rasa manis dan mempertahankan palatabilitas es
krim. Protein meningkatkan nilai gizi, memberikan kekompakan dan kehalusan,
mencegah body yang lemah dan tekstur yang kasar, meningkatkan viskositas dan
resistensi pelelehan, menurunkan titik beku, menyerap sebagian air dalam adonan
sehingga diperoleh tekstur yang lembut.
c. Gula
Gula
berfungsi sebagai pemberi rasa manis dan menurunkan titik beku adonan, sehingga
adonan tidak terlalu cepat membeku saat dibekukan dan udara yang masuk kedalam
adonan bisa lebih banyak, sehingga tekstur menjadi lebih lembut. Penambahan gula
juga dapat meningkatkan kekentalan.
d. Bahan Penstabil
Bahan
penstabil dalam pembuatan es krim merupakan koloid hidrofilik yang dapat
menurunkan konsentrasi air bebas dengan menyerap air tersebut sehingga akan
mengurangi kristalisasi es, memperkecil kristal es, dan dapat meningkatkan
kehalusan tekstur. Jenis-jenis penstabil yang biasa digunakan dalam frozen
dessert terbagi menjadi beberapa kategori yaitu protein misalnya gelatin,
seaweed extract misalnya agar, alginat, dan karagenan, pectin misalnya low dan
high methoxyl, selulosa misalnya Carboxy Methyl Cellulose (CMC), dan lain-lain.
e. Emulsifier
Molekul
emulsifier akan menggantikan membran protein, satu ujung molekulnya akan
melarut di air, sedangkan ujung satunya akan melarut di lemak. Lecitin, molekul
yang terdapat dalam kuning telur, adalah contoh emulsifier sederhana.Oleh
karena itu, salah satu bahan pembuat es krim adalah kuning telur.Selain itu,
dapat digunakan mono- atau di-gliserida atau polisorbat yang dapat
mendispersikan globula lemak dengan lebih efektif.
Bahan
pengemulsi yang digunakan dalam pembuatan es krim dapat meningkatkan
pengembangan adonan, memberikan penampakan yang lebih kering tetapi dengan
tekstur yang lebih lembut dan pelelehan es krim yang lama.Hal ini disebabkan
pengemulsi memiliki gugus hidrofilik dan hidrofobik yang dapat menurunkan
tegangan permukaan dan menstabilkan emulsi.Susu sapi secara alami telah
mengandung bahan pengemulsi, yaitu lesitin, protein, fosfat, dan nitrat.Kuning
telur mengandung lesitin dalam jumlah yang besar dan telah digunakan sejak dulu
dalam pembuatan es krim.
2.4 Proses
Pembuatan Es Krim
Proses
pembuatan es krim meliputi persiapan bahan, pencampuran, pasteurisasi,
homogenisasi, pendinginan, pengisian, serta pengemasan. Pasteurisasi berguna untuk
membunuh bakteri patogen.Homogenisasi berfungsi untuk meningkatkan kekentalan
adonan.Pendinginan berfungsi untuk menghentikan pemanasan berlanjut.Pembuatan
es krim sangat sederhan, yakni mencampurkan bahan-bahan dan kemudian
mendinginkannya. Air murni pada tekanan 1 atmosfer akan membeku pada suhu 0°C.
Namun, bila ke dalam air dilarutkan zat lain, titik beku air akan menurun.
Jadi, untuk membekukan adonan es krim pun memerlukan suhu di bawah 0°C.
Pada
dasarnya suhu es kurang dari 0°C. Namun, permukaan es yang berkontak langsung
dengan udara akan segera naik suhunya mencapai 0°C dan lama-lama akan mencair.
Suhu campuran es dan air tadi akan tetap 0°C selama esnya belum semuanya
mencair. Sehingga campuran es krim tidak membeku pada suhu 0°C akibat dari sifat
koligatif penurunan titik beku.Solusinya yaitu dengan penaburkan garam ke
campuran es dan air tersebut. Air lelehan es akan melarutkan garam yang
ditaburkan, akibatnya gumpalan es akan terapung di larutan garam. Karena
larutan garam mempunyai titik beku yang lebih rendah dari 0°C, maka gumpalan es
akan turun suhunya sampai titik beku larutan garam. Sehingga adonan es krim itu
akan dapat membeku.
Selama
proses pembekuan juga dilakukan pengocokan atau pengadukan adonan. Sebab, jika
adonan hanya dibiarkan saja mendingin tidak dikocok akan terjadi kristal padat
dan rapat berisi kristal-kristal es. Karena jika adonan diam maka ada
kemungkinan molekul air yang berdekatan bersatu kembali membentuk kristal,
tetapi jika diaduk terus menerus maka tidak ada kesempatan untuk bersatu dan
memebentuk kristal.
Pengadukan juga berfungsi untuk memperkecil ukuran
kristal es yang terbentuk. Semakin kecil ukuran kristal es, semakin lembut es
krim yang dihasilkan. Serta mempercepat pencampuran udara ke dalam adonan es
krim.Gelembung-gelembung udara yang tercampur ke dalam adonan inilah yang
menghasilkan busa yang seragam (homogen).
Metode sederhana pada
pengadukan dan pendinginan secara bersamaan ini ternyata berdampak negatif.Krim
pada dasarnya terdiri atas globula kecil lemak yang tersuspensi dalam
air.Globula-globula ini tidak saling bergabung sebab masing-masing dikelilingi
membran protein yang menarik air, dan airnya membuat masing-masing globula
tetap menjauh. Pengadukan akan merusak membran protein yang membuat globula lemak
saling mendekat. Akibatnya, krim akan naik ke permukaan dan menghasilkan
mentega atau minyak.
Penyelesaiannya
adalah dengan menambahkan emulsifier pada campuran. Molekul emulsifier akan
menggantikan membran protein, satu ujung molekulnya akan melarut di air,
sedangkan ujung satunya akan melarut di lemak. Lecitin (molekul yang terdapat
dalam kuning telur) adalah contoh emulsifier sederhana.Oleh karena itu, salah
satu bahan pembuat es krim adalah kuning telur.Selain itu, dapat digunakan
mono- atau di-gliserida atau polisorbat yang dapat mendispersikan globula lemak
dengan lebih efektif. (Anonim, 2009)
III.
Metode Praktikum
3.1 Waktu
dan Tempat
Praktikum pembuatan es
krim ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal27 April 2012, pukul 10.00 sampai
dengan selesai. Bertempat di laboratorium teknologi Industri Pertanian
Politeknik tanah Laut.
3.2 Alat
dan Bahan
Alat yang digunakan pada
praktikum ini adalah Blender, timbangan, wadah, dan pengaduk. Sedangkan bahan
yang digunakan adalah mentega, telur, CMC, gula, dan susu skim.
3.3 Prosedur
Kerja
1.
Semua
bahan ditimbang
2.
Bahan
yang kering dicampurkan (CMC, Susu, Gula)
3.
Bahan
basah dicampurkan (mentega, telur, air)
4.
Campurkan
bahan kering dan basah
5.
Campuran
dipasteruisasi pada suhu 79C
6.
Diblender
7.
Simpan
pada suhu 4C
8.
Dibekukan
hingga menjadi produk
9.
Uji
organoleptic
IV.
Hasil Dan Pembahasan
4.1 Hasil
Tabel 1. Hasil Uji
organoleptic Es krim
|
Indikator
|
CMC
0,1 %
|
CMC
0,3%
|
|
Warna
|
Kuning
|
Kuning
|
|
Bau
|
Amis
|
Amis
|
|
Tekstur
|
Lembut
|
Lebih
Lembut
|
4.2 Pembahasan
Dari
hasil uji organoleptic es krim dengan CMC 0,3% memiliki tekstur lebih lembut
daripada CMC 0,1% ini karena sifat CMc sebagai penstabil sehingga dapat menurunkan
konsentrasi air bebas dengan menyerap air tersebut sehingga akan mengurangi
kristalisasi es, memperkecil kristal es, dan dapat meningkatkan kehalusan
tekstur. Selain itu Pada saat pembuatan es krim ditambahkan susu skim, ini
dimaksudkan untuk memberikan laktosa. Laktosa
memberikan rasa manis dan mempertahankan palatabilitas es krim. Protein meningkatkan
nilai gizi, memberikan kekompakan dan kehalusan, mencegah body yang lemah dan
tekstur yang kasar, meningkatkan viskositas dan resistensi pelelehan,
menurunkan titik beku, menyerap sebagian air dalam adonan sehingga diperoleh
tekstur yang lembut.Homogenisasi juga berfungsi untuk meningkatkan kekentalan
adonan.Pengadukan juga berfungsi untuk
memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk. Semakin kecil ukuran kristal es,
semakin lembut es krim yang dihasilkan. Serta mempercepat pencampuran udara ke
dalam adonan es krim.Gelembung-gelembung udara yang tercampur ke dalam adonan
inilah yang menghasilkan busa yang seragam (homogen).Sedangkan Pasteurisasi
berguna untuk membunuh bakteri patogen.
Bahan
pengemulsi yang digunakan dalam pembuatan es krim dapat meningkatkan
pengembangan adonan, memberikan penampakan yang lebih kering tetapi dengan
tekstur yang lebih lembut dan pelelehan es krim yang lama.Hal ini disebabkan
pengemulsi memiliki gugus hidrofilik dan hidrofobik yang dapat menurunkan
tegangan permukaan dan menstabilkan emulsi.Susu sapi secara alami telah
mengandung bahan pengemulsi, yaitu lesitin, protein, fosfat, dan nitrat.Kuning
telur mengandung lesitin dalam jumlah yang besar dan telah digunakan sejak dulu
dalam pembuatan es krim.
V.
Penutup
5.1 Kesimpulan
·
CMC
sebagai penstabil sehingga dapat menurunkan konsentrasi air bebas dengan
menyerap air tersebut sehingga akan mengurangi kristalisasi es, memperkecil
kristal es, dan dapat meningkatkan kehalusan tekstur
·
susu
skim, ini dimaksudkan untuk memberikan laktosa.
Laktosa memberikan rasa manis dan mempertahankan palatabilitas es krim
·
Homogenisasi
juga berfungsi untuk meningkatkan kekentalan adonan.
·
Pasteurisasi
berguna untuk membunuh bakteri patogen.
·
Kuning
telur dapat menurunkan tegangan permukaan dan menstabilkan emulsi
·
Makin
banyak konsentrasi CMC maka es krim semakin lembut
Perbedaan CMC lebih
diperbanyak lagi konsentrasinya supaya terlihat perbedaannya.